Jumat, 13 November 2009

Semangat Anak-Anak dalam Lomba Robot


DIDIKAN ROBOTA ROBOTICS SCHOOL SAMARINDA

Belajar membuat robot ternyata bermanfaat banyak sekali bagi anak, antara lain: mengenal teknologi sejak dini, merangsang motorik halus, membiasakan berfikir logis dan realistis, menumbuhkan kreatifitas dan sikap inovatif, dll. Karena itu, orang tua sudah sewaktunya memberi perhatian pada anak untuk mulai belajar robot yang telah menjadi tren terkini. Berkaitan dengan robot, tanggal 16 Agustus kemarin telah diselenggarakan Robotics Competition di Grand Mahakam. Sebuah lomba robot yang untuk pertama kali diselenggarakan di Samarinda.
Lomba dilaksanakan guna menyemarakkan rangkaian kegiatan yang bertema Grand Mahakan Ceria. Sepenuhnya, lomba robot didukung penuh Robota Robotics School Samarinda. Selain lomba robot, ada juga lomba mewarnai, lomba tumpeng, dan lomba sepeda hias.
Lomba robot terbagi dalam 4 kategori. Kategori-kategori tersebut antara lain: Basic Project, Electical Problem Solving, Program Solution, dan Maze Robot.

Ekskul Robotik Al-Azhar - Robota Robotics School Samarinda


KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ROBOTIK DI SD DAN SMP AL AZHAR SYIFA BUDI SAMARINDA
Ekskul Robotik, Inovasi Terkini Sekolah Favorit


Suasana riuh terasa di ruang belajar SD AL Azhar Syifa Budi Samarinda. Beberapa siswa sedang asyik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotik. Mereka belajar dalam kerja tim yang terdiri dari 4 siswa untuk mewujudkan sebuah proyek robot. Dalam proses belajar, para siswa terlihat sangat menikmati karena mereka berada dalam suasana belajar sambil bermain. Dengan dipandu oleh instruktur, para siswa akhirnya menyelesaikan proyek dengan baik. Tak hanya asal merakit, mereka ternyata juga diminta mempresentasikan robot yang telah mereka bikin.
Demikian juga siswa SMP, mereka sedang membuat program robot dengan menggunakan program komputer Robo Pro yang kemudian diaplikasikan dalam interface robot. Para siswa ini sejatinya sedang mendalami Automation Technology dengan salah satu proyek yang sedang mereka selesaikan yaitu Handdryer. Sebuah alat otomatis untuk mengeringkan tangan yang sering kita jumpai di restaurant. Instruktur memberikan tantangan system kerja sebuah robot yang kemudian siswa memecahkan tantangan tersebut dalam bentuk program. Tak jarang anak-anak dalam satu tim terlihat saling berdiskusi untuk memecahkan tantangan yang diberikan. Mereka adalah programmer-programer muda layaknya mahasiswa ITS, ITB dan beberapa Universitas yang sering menjuarai ajang lomba robotik tingkat internasional.
Ternyata kegiatan ekstrakurikuler robotik di SD dan SMP Al Azhar Syifa Budi Samarinda ini sudah berjalan terhitung sejak tahun ajaran ini. Siswa secara rutin belajar robot setiap hari Selasa selepas pulang sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler ini sebenarnya adalah hasil kerjasama antara SD dan SMP Al Azhar Syifa Budi dengan Robota Robotics School Samarinda. Satu-satunya sekolah robot yang ada di Samarinda yang beralamat di Jl. Siradj Salman, Ruko Grand Mahakam C-5.
Robotik belakangan ini telah menjadi gaya hidup baru di kalangan anak-anak di Kota Samarinda. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya anak mulai dari SD sampai SMA yang belajar robot di Robota Robotics School Samarinda. Mereka memang sudah saatnya mengenal teknologi sejak dini agar tidak gagap teknologi. Layaknya di Negara-negara maju seperti: Jerman, Amerika dan Jepang, anak-anak di usia yang masih tergolong belia, mereka sudah mampu berinteraksi secara baik dengan teknologi, terutama teknologi robotik. Bahkan di Korea, bidang ilmu ini sudah diwajibkan pemerintah untuk dipelajari di sekolah dasar.
Sejauh ini, perkembangan ilmu robotik di Indonesia baru dipelajari di tingkat perguruan tinggi. Di pendidikan dasar, baru diselenggarakan oleh sekolah swasta. Langkah inovatif dengan menjadikan robotik sebagai ekstrakurikuler saat ini sudah ditempuh oleh beberapa sekolah favorit di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Solo. Anak didik mereka sering mengikuti ajang kompetisi robotik tingkat nasional, regional, bahkan internasional. Sudah pasti, sekolah yang menyelenggarakan ekstrakurikuler robotic memiliki nilai lebih di mata orang tua siswa, sekolah-sekolah konvensional bahkan masyarakat secara luas. Tentu, terobosan SD dan SMP Al Azhar Syifa Budi Samarinda dengan menyelenggarakan ekstrakurikuler robotik perlu diikuti oleh sekolah-sekolah lain terutama sekolah-sekolah favorit yang ada di Samarinda. Robota Robotics School Samarinda masih membuka lebar kesempatan kerja sama kegiatan ekrakurikuler robotik dengan sekolah-sekolah yang lain.
Bahkan dalam waktu dekat, Robota Robotics School Samarinda akan membuka kelas robotik untuk PG/TK. Tentu ini adalah kesempatan bagus untuk memberikan pendidikan terbaik bagi buah hati kita dengan memperkenalkan teknologi sejak dini. Pengenalan robotik sejak masa kanak-kanak mampu meningkatkan motorik, melatih kerjasama team serta mengasah logika, dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Robota Robotics School beberapa waktu lalu juga telah menjadi peserta dalam GRAMEDIA EXPO FAIR yang diselenggarakan di Gor Segiri. Apresiasi masyarakat terhadap robot yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut sangat bagus. Hal itu dapat dilihat dari antuasias pengunjung yang memenuhi stan Robota Robotics School Samarinda. Untuk mendapat informasi yang lebih jelas mengenai Robota Robotics School Samarinda, dapat mengunjungi komplek Ruko Grand Mahakam C-5, Jl. Siradj Salman. Contact person Ine (0541) 7769464, buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 10.00 Wita.

kepemimpinan pendidikan kepala sekolah hubungannya dengan kinerja guru

ABSTRAKS



Wijaya, Robert. 2005. Persepsi Guru tentang Keterampilan Kepemimpinan Pendidikan Kepala Sekolah hubungannya dengan Kinerja Guru Sekolah Menengah Atas Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ali Imron, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Sulthoni, M.Pd.


Kata kunci: keterampilan, kepemimpinan, kinerja, guru


Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus memiliki keterampilan kepemimpinan pendidikan yang memadai, sebagai modal dasar untuk dapat membawa sekolah kepada sebuah kemajuan yang terus-menerus. Setiap keterampilan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Keterampilan-keterampilan kepemimpinan pendidikan tersebut, antara lain: keterampilan dalam kepemimpinan, keterampilan dalam hubungan kemanusiaan, keterampilan dalam proses kelompok, keterampilan dalam administrasi personalia, dan keterampilan dalam evaluasi. Selanjutnya guru juga harus memiliki kinerja yang tinggi dengan ditandai oleh pencapain standar prestasi kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru tentang keterampilan kepemimpinan pendidikan kepala sekolah hubungannya dengan kinerja guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) se-Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah sebanyak 12 sekolah dengan sampel penelitian sebanyak 6 sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis dekriptif dengan mencari mean, dan analisis korelasi Product Moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi guru tentang keterampilan kepemimpinan pendidikan kepala SMAN se-Kota Malang termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 164,6424; (2) kinerja guru SMAN se-Kota Malang termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 107,7905; (3) terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan dalam kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru SMAN se-Kota Malang dengan nilai signifikansi sebesar 0,000; (4) terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan dalam hubungan kemanusiaan kepala sekolah dengan kinerja guru SMAN se-Kota Malang dengan nilai signifikansi sebesar 0,003; (5) terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilam dalam proses kelompok kepala sekolah dengan kinerja guru SMAN se-Kota Malang dengan nilai signifikansi sebesar 0,005; (6) terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan dalam administrasi personalia kepala sekolah dengan kinerja guru SMAN se-Kota Malang dengan nilai signifikansi sebesar 0,000; (7) terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilam dalam evaluasi kepala sekolah dengan kinerja guru SMAN se-Kota Malang dengan nilai signifikansi sebesar 0,000; dan (8) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi guru tentang keterampilan kepemimpinan pendidikan kepala sekolah (keterampilan dalam kepemimpinan, keterampilan dalam hubungan kemanusiaan, keterampilan dalam proses kelompok, keterampilan dalam administrasi personalia, dan keterampilan dalan evaluasi secara bersama-sama) dengan kinerja guru SMAN se-Kota Malang dengan signifikansi sebesar 0,045. Taraf signifikansi yang digunakan adalah 0,05 (95%).